Siapa yang ga seneng
kalo jatuh cinta. Bisa bikin kita senyum sendiri- sendiri. Bisa bikin kita gelisah.
Bisa bikin tidur ga nyenyak..
Beberapa minggu yang
lalu, salah satu siswa saya terlihat gembira sekali, karena dia baru “jadian”. It
means dia jatuh cinta. Siswa- siswa saya yang notabene adalah remaja.. mereka
sudah mulai bisa merasakan jatuh cinta, ada rasa tertarik dengan lawan jenis. Begitu
alami, tidak dibuat- buat, dan ya tulus. Saya bisa lihat itu dari pancaran mata
mereka..
Begitu tanpa beban
mereka jatuh cinta,, jadian,, dan mungkin saja bisa putus, tapi nanti find
other new, jadian lagi, putus lagi, dst.
Terlihat tanpa beban
ya,. Mari bandingkan dengan orang kisaran usia dewasa seperti saya, betapa
saya betapa kami harus lebih bijak,
harus lebih ada pengendalian diri..
Semakin tua semakin
lebih bijak. Milah- milih. Bahkan jatuh cinta pun harus milih- milih.
Jatuh cinta
ko milih- milih??
Iya milih-milih biar
ga jatuh lagi :p
Buat orang yang
pernah gagal seperti saya, sangat penting sekali menjaga hati sendiri. Biar tidak
lagi jatuh cinta dengan orang yang salah. Seberapa pun besar rasa yg mulai muncul,
hanya diam saja. Ya jatuh cinta secara diam- diam :) Menimbang- nimbang apakah
benar ini Mr. Right?
Untuk usia saya, yang
genap 23 tahun di bulan November. Jatuh cinta adalah urusan serius. Bukan hanya
sekedar menuruti hati, tapi harus dipikir betul secara logis. Tapi bukannya
kata Agnes cinta itu tak ada logika? :)
yeah itu kan Agnes, saya kan Irma.
Rasanya saya terlalu
letih hanya untuk menjalani hubungan yang bukan untuk “serius” ke arah
pernikahan. Bahkan terkadang yang “serius” pun akhirnya gagal, apalagi kalo cuma
diniati untuk having fun saja. :) Betul, hati saya terlalu letih untuk urusan seperti ini..
Bukan karena saya
lemah, bukan karena saya trauma. Tidak. Bukan itu. Rasanya hanya ya.. lelah
saja. Saya hanya ingin someday ketika suatu hari akhirnya ada Mr. Right di
kehidupan saya, akhirnya saya bisa menyempurnakan separuh agama saya, menikah.
Ya
menikah, dan punya baby-baby yang lucu, dengan menjalani kehidupan yang
sederhana bersahaja, that’s it. Itu saja, tidak perlu harus ribet saling
ngambek dan harus diapelin malem minggu :)
How about you, dear?
Do you feel the same?
Irma, 22+