Friday, September 21, 2012

Jatuh Cinta

Siapa yang ga seneng kalo jatuh cinta. Bisa bikin kita senyum sendiri- sendiri. Bisa bikin kita gelisah. Bisa bikin tidur ga nyenyak..

Beberapa minggu yang lalu, salah satu siswa saya terlihat gembira sekali, karena dia baru “jadian”. It means dia jatuh cinta. Siswa- siswa saya yang notabene adalah remaja.. mereka sudah mulai bisa merasakan jatuh cinta, ada rasa tertarik dengan lawan jenis. Begitu alami, tidak dibuat- buat, dan ya tulus. Saya bisa lihat itu dari pancaran mata mereka..

Begitu tanpa beban mereka jatuh cinta,, jadian,, dan mungkin saja bisa putus, tapi nanti find other new, jadian lagi, putus lagi, dst.

Terlihat tanpa beban ya,. Mari bandingkan dengan orang kisaran usia dewasa seperti saya, betapa saya  betapa kami harus lebih bijak, harus lebih ada pengendalian diri..
Semakin tua semakin lebih bijak. Milah- milih. Bahkan jatuh cinta pun harus milih- milih. 

Jatuh cinta ko milih- milih??
Iya milih-milih biar ga jatuh lagi :p

Buat orang yang pernah gagal seperti saya, sangat penting sekali menjaga hati sendiri. Biar tidak lagi jatuh cinta dengan orang yang salah. Seberapa pun besar rasa yg mulai muncul, hanya diam saja. Ya jatuh cinta secara diam- diam :) Menimbang- nimbang apakah benar ini Mr. Right?

Untuk usia saya, yang genap 23 tahun di bulan November. Jatuh cinta adalah urusan serius. Bukan hanya sekedar menuruti hati, tapi harus dipikir betul secara logis. Tapi bukannya kata Agnes cinta itu tak ada logika? :) yeah itu kan Agnes, saya kan Irma.

Rasanya saya terlalu letih hanya untuk menjalani hubungan yang bukan untuk “serius” ke arah pernikahan. Bahkan terkadang yang “serius” pun akhirnya gagal, apalagi kalo cuma diniati untuk having fun saja. :) Betul, hati saya terlalu letih untuk urusan seperti ini..

Bukan karena saya lemah, bukan karena saya trauma. Tidak. Bukan itu. Rasanya hanya ya.. lelah saja. Saya hanya ingin someday ketika suatu hari akhirnya ada Mr. Right di kehidupan saya, akhirnya saya bisa menyempurnakan separuh agama saya, menikah. 
Ya menikah, dan punya baby-baby yang lucu, dengan menjalani kehidupan yang sederhana bersahaja, that’s it. Itu saja, tidak perlu harus ribet saling ngambek dan harus diapelin malem minggu :)

How about you, dear?
Do you feel the same?

Irma, 22+