Hidup ini pilihan sayang.
Mau hidup baik atau jahat.
Bagi saya sekarang pilihan cuma
ada dua. Tidak ada tengah-tengah. Mau jadi orang baik atau jahat. Tidak lagi
ada tengah- tengah. Iya sudah tidak ada lagi tengah- tengah. Kalo memang ada
tengah- tengah, kenapa Tuhan cuma menciptakan surga dan neraka. Itu berarti
cuma ada dua pilihan saja kan?
Bagi saya, orang yang memilih di
tengah- tengah, orang yang tidak bisa memilih apakah dia orang yang baik atau
orang yang jahat, adalah orang yang paling lemah. Lemah. Karena mereka gampang
dipengaruhi. Dan orang yang memilih di tengah- tengah adalah loser, karena
mereka hanya mencari aman saja.
Kalo memang memilih jadi orang
baik. Ya harus bertanggung jawab sama pilihannya. Bagi saya barometer kata
“baik” adalah agama. Kenapa? Karena semua hal di dunia ini relative, dan hanya
Tuhanlah yang absolute. Saya tidak membahas agama ini baik agama itu baik. Itu
terserah. Hanya kalo memang sudah memutuskan, sebagai contoh, saya, Irma, saya
beragama islam, saya ingin jadi orang baik, apalagi sudah membaca syahadat.
Berarti saya harus optimal dalam berbuat baik sesuai dengan kaidah agama yang
saya anut.
Begitu juga ketika kita memilih
menjadi orang jahat. Optimal lah dalam berbuat jahat. Silahkan berbuat
semaunya. Silahkan berbuat yang melampaui batas. Melanggar segala norma. Silahkan
menghamba pada dunia, menghamba pada nafsu. Silahkan silahkan. Iblis akan
senang mempunyai sahabat lebih tepatnya hamba seperti kita. J
Tetapi ingat, semua pilihan ada
konsekuensinya. Kita sebagai manusia cuma ciptaannya. Dunia ini sementara. Setiap
perbuatan ada balasannya. Entah itu perbuatan baik atau buruk. Semua pilihan.
Mau jadi hamba Tuhan atau jadi hamba Iblis? It’s your choice dear.
Irma, 22 + Aku di sini karena aku
memilih di sini. Hukum itu benar.
No comments:
Post a Comment