Sunday, October 7, 2012

SELINGKUH PART 1

Assalamualaikum

Selingkuh
Saya benci kata itu.
Saya benci perbuatan itu.
Hina.
Tidak terima? :)

“Irma, mau selingkuh ato ga itu kan urusan orang. Lagian itu kan hak.”
Hak? Jangan bawa- bawa hak ketika di satu sisi kita menyakiti orang lain. Berhentilah mencari pembenaran atas perbuatan tidak baikmu itu.
Bisa bayangkan,, di satu sisi kita punya pasangan, yag selalu mendoakan kesehatan kita, kelancaran kita dalam bekerja, tetapi kitau sendiri malah asik dengan laki-laki/ perempuan lain. It really hurts..

‘Irma, saya selingkuh karena saya jatuh cinta lagi. Cinta, salahkan dia Irma, jangan salahkan saya!’
Salahkan cinta? Cinta itu dari Tuhan. Berarti kita harus menyalahkan Tuhan?
Emotionalnya dipakai tapi intelektualnya diabaikan. Bodoh.
Cinta itu anugerah Tuhan.  Cinta itu suci. Bukan main- main.
Kalo ada rasa itu muncul malah harus disyukuri, jangan malah digunakan untuk membenarkan perbuatan hina kita.

“Trus kalo rasa cinta itu muncul ke orang yang sudah menikah?”
Ya gapapa dong. Mau tumbuh cinta ke siapa saja disyukuri saja. Hanya ingat jangan biarkan setan menggodamu untuk terus melakukan perbuatan di luar batas contoh mengkhayal terus menerus, bahkan yang lebih parah, se-ling-kuh. Kata guru saya, cinta itu tidak harus memiliki.

“Irma, tapi saya bahagia- bahagia aja tuh selingkuh.”
Masa? Apa iya itu bahagia? Bisa saya pastikan hanya level kesenangan.
Rumusnya gini mas mba:

KESENANGAN= KEBAHAGIAAN SEMU

Kesenangan hanya untuk memuaskan nafsu saja, tapi hati kita pasti akan berontak. Gersang. Dan kosong.
Tanyakan hati kita saja. Apa benar ini yang kita mau. Apa selingkuh benar-benar membuat kita damai, tenang, dan tidak was-was tanpa takut pasangan resmi kita tahu. Atau sudah berapa banyak kebohongan yang kita ciptakan hanya untuk kegiatan se-ling-kuh.

Masih bilang kalo selingkuh itu bukan hal yang kurang baik dan wajar- wajar saja?

Sekarang tanyakan pada diri kita, kita mau gak kalo nyawa kita diambil Tuhan ketika kita sedang selingkuh?
:)

Open your heart. Open your mind. You are so precious, dear.

Wassalamualaikum

Irma, 22+







No comments:

Post a Comment